ANALISIS LEBAR PEDESTRIAN DI SEKITAR JALAN SUKOWATI SRAGEN
Penyedian fasilitas aksesibilitas di Indonesia masih dianggap tidak sepopuler masalah politik dan turunannya. Hal ini ditunjukkan oleh belum sesuainya pembangunan fasilitas publik, fasilitas transportasi umum, dan kawasan perumahan di Indonesia dengan standar minimal konsep aksesibilitas. Padahal, masyarakat khususnya lanjut usia dan difabel sangat membutuhkan fasilitas tersebut guna mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas aksesibilitas seharusnya diprioritaskan karena merupakan kebutuhan mendasar dan menyangkut hak asasi kehidupan sehari-hari.
Isu aksesibilitas sangat berkaitan dengan tuntutan perlunya desain universal dimana hambatan seseorang dalam beraktivitas atau hambatan keleluasaan ruang gerak dapat diatasi dengan penyediaan fasilitas yang memadai. Dalam hal ini, akan dilakukan analisis lebar pedestrian di sekitar Jalan Sukowati Sragen. Melalui paper ini diharapkan diketahui lebar ideal pedestrian pada lokasi tersebut sehingga mobilitas pemakainya dapat dilakukan dengan baik.
Deskripsi
Jalan Sukowati di Sragen merupakan jalan negara dan merupakan bagian dari jalan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Surakarta serta Yogyakarta. Dapat dikatakan, jalan sukowati adalah bagian dari urat nadi mobilitas penduduk negeri ini khususnya pulau Jawa. Tidak mengherankan jika lalu lintas di Jalan Sukowati Sragen selalu ramai.
Keramaian lalu lintas Jalan Sukowati Sragen mempengaruhi penggunaan lahan di sekitarnya dimana lahan yang ada sebagian besar dimanfaatkan untuk sektor perdagangan dan jasa.
Analisis
Sesuai dengan preambul di atas, keramaian aktivitas di sekitar Jalan Sukowati Sragen mesti diimbangi dengan lebar pedistrian yang memadai sehingga mobilitas pejalan kaki dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan pantauan di lapangan diketahui;
Volume pejalan kaki yang ada : 5 orang/menit/meter,
Penggunaan lahan sebagai kawasan perdagangan dan jasa, dan
Terdapat tanaman peneduh (penambahan lebar = 60 – 120 cm),
Dengan rumus:
w = V + N + penambahan lebar karena fasilitas jalan *)
35
maka didapatkan lebar pedestrian yang ideal adalah
w = 5 + 1,00 + 0,60 = 0,14 + 1,00 + 0,60 = 1,74 m
35
Berdasarkan perhitungan tersebut, lebar pedestrian yang ada lebih sempit dibandingkan yang seharusnya. Diketahui, lebar pedestrian yang ada hanya sebesar 1,50 m. Dengan pedestrian seperti tersebut, mobilitas pejalan kaki terganggu khususnya jika berpapasan. Apalagi, beberapa ruas pedestrian juga dimanfaatkan untuk aktivitas lain seperti parkir dll.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar