TAKE HOME EXAM
MATA KULIAH: PERENCANAAN PEMBIAYAAN PEMB. KOTA
DOSEN : Dr. AHMAD SLAMET. M.Si
Persoalan 1
Jelaskan arti penting sistem pembiayaan bagi manajemen khususnya manajemen pendidikan dalam hal fungsi perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
Perencanaan adalah formulasi terinci dari kegiatan untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu. Oleh sebab itu, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui sistem pembiayaan, setiap rencana metode atau rencana kegiatan yang dilaksanakan guna pencapaian tujuan mendapatkan pembiayaan sesuai dengan prioritasnya masing-masing. Dengan demikian semua kegiatan yang diperlukan dapat dilaksanakan berdasarkan kemampuan pembiayaan yang dimiliki. Dalam lembaga pendidikan misalnya, setiap rencana kegiatan yang dilaksanakan guna mengatasi permasalahan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta peningkatan tata kelola pendidikan akan memiliki rencana anggaran yang sesuai dengan prioritasnya masing-masing. Dengan kata lain, karena program pemerataan dan akses pendidikan memiliki prioritas lebih dibanding kedua program yang lain maka rencana kegiatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan memiliki rencana anggaran lebih banyak dibanding dua program lainnya. Dasar pemikiran sesuai dengan renstra diknas bahwa program pemerataan dan perluasan akses pendidikan lebih diprioritaskan dibanding dua program yang lain. Hal ini didasari oleh pemikiran aspek pemerataan dan perluasan akses pendidikan adalah aspek mendasar yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum berbicara peningkatan mutu dn relevansi serta peningkatan tata kelola. Dapat diibaratkan bahwa peningkatan mutu dan relevansi dan perbaikan tata kelola baru dapat dilakukan jika sekolah sudah ada. Artinya, aspek pemerataan dan perluasan akses pendidikan lebih mendasar dibanding kedua aspek lainnya.
Pengendalian adalah kegiatan memonitor pelaksanaan rencana dan tindakan korektif sesuai kebutuhan untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana seharusnya. Pengendalian biasanya dicapai dengan menggunakan suatu umpan balik (feedback). Umpan balik adalah informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau memperbaiki langkah-langkah yang dilakukan dalam mengimplementasikan suatu rencana. Berdasarkan umpan balik, manajer atau pekerja dapat memutuskan untuk membiarkan pelaksanaan tersebut berlangsung, mengambil beberapa jenis tindakan korektif agar langkah yang diambil sesuai dengan rencana awalnya, atau melakukan perencanaan ulang di tengah proses pelaksanaan. Informasi umpan balik disediakan oleh informasi akuntansi manajemen. Manfaat sistem pembiayaan dalam fungsi pengendalian adalah memastikan setiap pengeluaran anggaran yang dilakukan telah sesuai dengan perencanaan anggaran sehingga setiap rencana kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya tujuan dan hasil kegiatan dapat dicapai dan dirasakan. Pada lembaga pendidikan, melalui penggunaan sistem pembiayaan dalam pengendalian kegiatan pemerataan dan peluasan akses pendidikan maka setiap pembangunan unit sekolah baru (USB) benar-benar dibangun sesuai dengan rencana anggaran dan belanja (RAB) yang ada dan berdampak pada kekuatan bangunan sesuai dengan rencana usia pemakaian. Dasar pemikiran terdapatnya aturan perundangan dan tuntutan kesesuaian pelaksanaan dan perencanaan.
Pengambilan Keputusan adalah proses pemilihan di antara berbagai alternatif. Fungsi manajerial pengambilan keputusan ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer tidak dapat membuat rencana tanpa pengambilan keputusan. Manajer harus memilih satu di antara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Keputusan dapat ditingkatkan kualitasnya jika informasi alternatif-alternatif dikumpulkan dan disajikan kepada para manajer. Salah satu peran utama sistem pembiayaan bagi manajemen dalam fungsi pengambilan keputusan adalah menyediakan informasi yang memudahkan proses pengambilan keputusan. Pada lembaga pendidikan, kegiatan pembangunan USB berhubungan dengan sejumlah pilihan penentuan bahan bangunan sesuai dengan kondisi wilayah dan usia pemakaian. Pembangunan di Pulau Kalimantan berbeda dengan di Pulau Jawa karena pada umumnya pulau kalimantan merupakan daerah rawa-rawa sehingga konstruksi bangunan yang cocok adalah kayu. Dasar pemikiran, perencanaan memerlukan pengambilan keputusan pilihan alternatif guna pencapaian tujuan. Oleh karena itu, ketersediaan infomasi yang lengkap dan akurat sangat diperlukan manajer dalam mengambil keputusan.
Persoalan 2
Soal tidak lengkap
Persoalan 3
Metode kerja prinsip biaya, pengukuran kinerja dan manajemen investasi dalam sistem manajemen biaya pendidikan.
Proses biaya
Pengelolaan keuangan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mewujudkan good governance dalam sebuah institusi tak terkecuali institusi perguruan tinggi. Good governance ini mempunyai karakteristik antara lain partisipatif, taat hukum, transparan, responsif, orientasi pada konsensus, kesetaraan, efisien dan efektif, akuntabel, dan bervisi strategis. Dalam hal pengelolaan keuangan, dari semua karakteristik di atas yang paling utama adalah partisipatif, taat hukum, transparan, efisien dan efektif, dan akuntabel. Penetapan standar arah kebijakan pengelolaan keuangan harus mengacu pada unsur-unsur utama tersebut.
Sebagai upaya untuk menjamin arah pengelolaan keuangan agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka perguruan tinggi harus membentuk badan pengawas internal, misalnya Satuan Pengawas Internal (SPI) atau Satuan Audit Internal (SAI) atau nama-nama lain di perguruan tinggi yang mencakup ranah keuangan. Di dalam pelaksanaannya diperlukan suatu standar yang menjadi ukuran dan digunakan untuk menjamin tercapainya mutu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi dapat merumuskan standar pengelolaan keuangan sesuai dengan situasi lingkungan internal dan eksternal, yang secara singkat dapat digambarkan melalui analisis lingkungan strategis (Renstra & Renop) sebagai bahan untuk penyusunan RKAT setiap kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Sebagai contoh praktek baik dalam pengelolaan keuangan dapat dikemukakan beberapa jenis standar mutu sebagai berikut.
a. Standar arah kebijakan pengelolaan keuangan;
b. Standar proses pengelolaan keuangan; dan
c. Standar pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
Kinerja
Sebagai langkah pengendali, Rencana Anggaran dan Kegiatan Tahunan (RKAT) yang dimiliki lebih baik disertai dengan Rencana Kinerja yang berskala tahunan (RKT), sehingga dapat diketahui secara terukur target sasaran dalam setiap kegiatan. Hal ini sesuai dengan tata alir yang diberlakukan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menciptakan sendiri tata alir dalam pengelolaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama mengenai pertanggungjawaban keuangan. Secara ringkas unsurnya terdiri atas Rencana Strategik (Renstra), Rencana Operasional (Renop), Rencana Kegiatan Angaran Tahunan (RKAT), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), dan diakhiri dengan Laporan Pertanggungjawaban dalam bentuk Laporan Kinerja.
Selanjutnya dalam pelaksanaannya, program harus dapat diukur tingkat keberhasilan atau pencapaiannya melalui indikator tertentu. Indikator kinerja yang ditetapkan harus memenuhi syarat:
Spesifik dan jelas;
Dapat diukur secara objektif;
Relevan;
Efektif
Indikator kinerja mempunyai karakteristik antara lain:
Terkait pada tujuan dan program, serta menggambarkan pencapaian hasil;
Dibatasi pada hal-hal yang vital dan penting bagi pengambilan keputusan;
Diutamakan pada hal-hal yang perlu mendapat prioritas;
Terkait dengan sistem pertanggungjawaban yang memperlihatkan hasil dari kegiatan.
Indikator kinerja mempunyai fungsi:
Memperjelas apa, berapa dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan;
Menciptakan konsesus untuk menghindari kesalahan interpretasi;
Sebagai dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja.
Manajemen investasi
Tahap akhir dalam pelaksanaan sistem manajemen biaya adalah evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan sebagai pengendalian atas pelaksaaan kegiatan yang telah didasarkan atas RKAT, dan melibatkan alokasi anggaran dalam satuan anggaran tertentu sesuai dengan tujuan dan sasaran kegiatan. Evaluasi dilakukan terhadap kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang mendukung kegiatan itu.
Evaluasi yang dilakukan berdasarkan pada prinsip bahwa:
1) Anggaran yang dibuat oleh perguruan tinggi harus didasarkan pada rencana stratejik organisasi;
2) Anggaran harus dibuat realistik dengan memperhatikan tingkat capaian kinerja yang diinginkan pada tahun yang bersangkutan;
3) Anggaran menyediakan informasi mengenai standar kinerja keuangan;
Berdasarkan pada prinsip-prinsip tersebut, maka langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan evaluasi adalah:
1) Meneliti kesesuaian angaran yang dibuat dengan prinsipprinsip di atas;
2) Meneliti apakah semua kegiatan yang direncanakan telah diakomodasi pembiayaannya dalam anggaran keuangan yang diajukan.
3) Meneliti kelengkapan anggaran yang diajukan mencakup sumber pembiayaan dan jenisnya, penerimaan dari negara, rencana investasi, rencana pinjaman, dan lainlain;
4) Meneliti apakah dari jumlah anggaran yang disetujui telah dilakukan penyesuaian yang diperlukan dalam tingkatan kinerja yang diinginkan;
5) Meneliti kewajaran standard kinerja keuangan yang dibuat apakah telah mencantumkan rasio kehematan, efisiensi, efektivitas pelaksanaan kegiatan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar